Selasa, 9 Februari 2010

Bertaubatlah dirimu...


Tiada jalan lain wahai diriku untuk menuju Tuhan melainkan engkau perlu menyucikan dirimu terlebih dahulu. Seorang yang berjunub tidak dibenarkan masuk ke dalam masjid. Engkau perlu bertaubat dari segala dosa yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh, insya Allah, Allah akan menghapuskan dosa-dosamu. Ia menjadi syarat untuk diterima ibadahmu. Perasaan bimbang bahawa dirimu akan melakukan kesalahan kembali selepas bertaubat sehingga kamu menangguhkan taubatmu menunjukkan jiwamu belum ikhlas.


Hatimu masih ada cinta kepada maksiat yang dilakukan. Syaitan membisikkan ke dalam hatimu, ‘jika kamu bertaubat sekarang sedangkan nanti besok kamu melakukan kesalahan, adakah tidak seperti kamu mempermainkan Allah?’ Ia kelihatan baik sehingga sang salik akan mengangguk membenarkan bisikan itu.

Wahai diriku, janganlah kamu hiraukan bisikan seperti itu, katakan padanya bahawa Tuhanku bersifat dengan Maha Pengampun, jika aku terjatuh kembali dalam kejahatan, aku akan kembali bertaubat, dan jika kembali melakukannya, aku akan kembali bertaubat. Demi sesungguhnya Tuhanku bersifat dengan sifat ketuhananNya, Dialah Yang Maha Sabar, Maha Lemah Lembut, Maha Pengampun, Maha Penyayang pada hambaNya dan Maha Mengetahui akan kelemahan hambaNya,. Dia juga Maha Mengetahui keikhlasan hambaNya malah Allah amat kasih pada hambaNya yang banyak bertaubat, sebagaimana firmanNya :

“… sesungguhnya Aku (Allah) amat kasih kepada hambaku yang banyak bertaubat dan sentiasa mensucikan diri.” (Al-Baqarah : 222)

Dia tidak boleh dibandingkan dengan makhluk yang mana jika dirimu melakukan kesalahan yang sama berulangkali nescaya dimarahi mereka dan mempersendakan taubatmu, sedang Allah yang bersifat Lai sakamis lihi Syaiuun. Ia tidak menyerupai apapun dengan sesuatu malah pintu taubatnya sentiasa terbuka sehinggalah ruhnya dihujung halkum. Berkata para Arifbillah, “setiap nafas yang diberi adalah pintu untuk bertaubat kepadaNya.”

Alangkah malangnya seorang hamba itu yang beribadah pada Allah, namun ia enggan bertaubat dari kesalahannya. Ibadahnya bagaikan anak pokok yang ditanam di atas tanah yang penuh racun, hanya kepenatan dan kelelahan diperolehi namun tidak membawa perubahan pada dirinya. Ia tidak merasai nikmat munajat, tidak merasai nikmat ketenangan, jiwanya masih dibelenggu keresahan. Ibadah yang dilakukan kadangkala menjadi adat hariannya tanpa merasai kecintaan, ibadah dilakukan tetapi dosa besar tetap dilakukan seperti syirik, mengumpat, menfitnah, takbur, cinta dunia, dengki, dendam dan sebagainya.

Jika dirimu benar-benar ikhlas mahu menujuNya, mencari keredhaanNya, kamu akan menanggalkan segala kasihmu pada segala kemaksiatan tanpa ragu-ragu lagi malah tidak akan berpaling padanya serta meninggalkannya segala apa perkara yang boleh menyebabkan dirimu kembali terjerumus kepadanya kembali.

Dengan taubat yang hakiki, dirimu akan merasa tenang dan ringan beribadah. Segala racun yang membelenggu hatimu sudah tercabut, kini dirimu telah bersih. Selama ini, perasaanmu yang berat untuk melakukan amal soleh adalah disebabkan dosa-dosa yang mengikatmu. Apabila belenggu ikatan dapat dihapuskan, ia sudah bebas bergerak tanpa ada halangan. Segala ibadah yang dilakukan akan tertanam dan subur dalam hatinya sehingga dirimu benar-benar berada di atas jalan hamba-Nya yang mencintai kebaikan.

Allah telah memerintahkan dirimu untuk bertaubat seperti firman-Nya :

“… dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung”. (An-Nur : 31)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat Nasuha…” (At-Tahrim : 8)

Kemudian Allah SWT telah menjelaskan bahwa taubat itu jalan menuju kemenangan dan taubat bukan dikhususkan bagi orang yang berdosa saja akan tetapi merupakan hak bagi orang-orang mukmin yang menginginkan keamanan dan kemenangan dunia dan akhirat.
Dari Abi Hurairah (r.a) berkata :
“Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya aku meminta ampun pada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali’”. (Bukhari)

Dari Al-Aqhru Bin Yassar Al-Mazni (r.a) berkata :
“Bersabda Rasulullah, ‘Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadanya, maka sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari 100 kali’”. (Muslim)

Dan Abi Musa Al-Asy’ari (r.a) dari Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah SWT membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertaubat sampai matahari terbit dari barat.” (Bukhari)

Dari Abu Hurairah, (semoga Allah redha pada keduanya) berkata :
“Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah akan menerima taubatnya.” (Muslim)

Dari Ibnu Umar (semoga Allah meredhai keduanya) berkata :
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla akan menerima taubat seorang hamba sebelum nafasnya dihalkumnya.” (at-Tirmidzi)

Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosaku yang zahir dan yang batin......